Soal Iuran BPJS Kesehatan Naik, Masyarakat seperti Kena Prank Jokowi

Subtitle goes here

By:

Mei 14, 2020

Shares

0.0 of 0 Users
Soal Iuran BPJS Kesehatan Naik, Masyarakat seperti Kena Prank Jokowi
Loading...

Peserta BPJS Kesehatan tentunya senang, saat iuran BPJS Kesehatan tidak jadi naik. Namun, nampaknya itu hanya kesenangan sebentar saja. Pasalnya, Presiden Jokowi kembali menaikkan iuran BPJS Kesehatan mulai 1 Juli 2020.

Seperti diketahui kenaikan iuran BPJS Kesehatan sempat dibatalkan oleh Mahkamah Agung (MA). Alhasil banyak warganet yang merasa menjadi korban Prank Presiden Joko Widodo.

Warganet geram dengan kenaikan iuran tersebut, bahkan kenaikan ini dianggap tidak memikirkan situasi ekonomi masyarakat yang sedang terdampak pandemi corona (Covid-19).

Loading...

Salah satu masyarakat bernama Maria Ulfah menjelaskan, dirinya sudah sempat senang MA membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

”Awal tahun sudah cukup shock naik dua kali lipat, terus dapat kabar turun, baru banget sebentar rasain turun, eh naik lagi,” ungkap Maria seperti dilansir dari CNNIndonesia, Rabu (13/5). “Berasa lagi di-prank seperti yang lagi heboh-heboh sekarang ini.”

”Bulan Mei ini memang tidak bayar karena lebih bayar di April kemarin, tapi ternyata baca berita hari ini, semua cuma sementara, balik lagi naik,” sambungnya. “Berasa di-PHP-in. Kalau kata orang Jawa tuh mencla-mencle ini.”

Maria lantas mempertanyakan alasan pemerintah tetap ngotot menaikkan iuran BPJS Kesehatan. Apalagi, saat ini situasi di Indonesia sedang mengalami krisis akibat adanya pandemi virus corona (COVID-19). Ia menyarankan seharusnya pemerintah menaikkan iuran secara bertahap.

”Apalagi sebagai masyarakat awam sebenarnya kurang paham sih untuk apa kenaikannya dan sempat turun berarti ada pertimbangan apa?,” tanya Maria. “Kenapa bisa sampai turun dan akhirnya naik lagi?”

”Kalau bisa sih jangan naik dulu, buat makan saja masih mikir, ini harus mikirin kenaikan tarif juga,” sambungnya. “Idealnya kapan? Mungkin nanti setelah kondisi lebih stabil setelah masa pandemi ini dan kalau pun naik, tidak ujug-ujug hampir dua kali lipat.”

Pendapat yang sama juga dikatakan, Elvin Indra (55). Ia mengkritik Pemerintah Indonesia yang terkesan plin-plan dalam menerapkan kebijakan iuran BPJS Kesehatan. Elvin juga turut menyoroti dampak kenaikan ini di tengah pandemi.

”Jangan plin-plan begitu lah, masa naik lagi Juli, seharusnya tetap saja dulu, kan ini tidak ideal untuk masa pandemi begini,” ujar Elvin. “Kalau mau naik, ya 20 persen dulu lah, jangan langsung 100 persen. Misal dari Rp60 ribuan jadi Rp70-75 ribuan dulu, masa langsung Rp110 ribu.”

0 Comment

Leave a Comment