Pengertian Puisi, Unsur – Unsur dan Jenis – Jenis Puisi

Subtitle goes here

By:

Mei 11, 2020

Shares

0.0 of 0 Users
Pengertian Puisi
Loading...

Puisi merupakan ungkapan perasaan yang dituangkan melalui sebuah tulisan. Puisi biasanya dibahasakan menjadi suatu tulisan yang memiliki nilai keindahan baik baik penulis maupun pembacanya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) puisi adalah:

  • Ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima serta penyusunan larik dan bait.
  • Gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman hidup dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama dan makna khusus.
  • Sajak

Ada banyak para ahli yang juga turut mengemukakan pendapatnya perihal makna dari puisi, berikut ini di antaranya:

Loading...
  1. Putu Arya Tirta Wirya, beliau mengatakan bahwa puisi adalah suatu ungkapan secara implisit dan samar, maknanya yang tersirat dimana kata-katanya condong pada makna konotatif.
  2. Usman Awang, beliau mengatakan bahwa puisi bukanlah suatu nyanyian orang putus asa yang mencari ketenangan dan kepuasan dalam puisi yang ditulisnya.
  3. James Reevas, beliau mengatakan bahwa puisi merupakan ekspresi bahasa yang kaya dan penuh daya pikat.
  4. Muhammad H. Salleh, beliau mengatakan bahwa puisi adalah karya sastra yang kental akan musik bahasa serta suatu kebijaksanaan oleh si penyair dan tradisinya. Karena semua kekentalan itu sesudah puisi tersebut dibaca akan menjadikan kita lebih bijaksana.
  5. Thomas Carlye, mengatakan bahwa puisi adalah ungkapan pikiran yang bersifat musikal.
  6. Herbert Spencer, sedangkan menurut herbert spencer puisi adalah bentuk pengucapan gagasan yang bersifat emosional dengan mempertimbangkan keindahan.

Itulah pengertian puisi menurut beberapa ahli. Secara garis besar bisa disimpulkan bahwa puisi merupakan karya sastra berupa ungkapan seseorang yang ditulis secara terstruktur sehingga memiliki daya pikat karena keindahannya.

Unsur – Unsur Puisi

Unsur - Unsur Puisi

Unsur – Unsur Puisi

1. Unsur Batin

Merupakan unsur yang terkandung dalam makna puisi yang ditulis oleh penyair. Di bawah ini yang termasuk ke dalam unsur batin sebuah puisi:

  • Tema
    Merupakan pokok bahasan dari puisi yang ingin disampaikan oleh penyair.
  • Rasa
    Rasa adalah suatu hal yang melatar belakangi puisi yang ditulis oleh penyair, hal ini umumnya berkaitan dengan latar belakang dari si penyair.
  • Nada
    Cara seorang penyair menyampaikan puisinya kepada audiens apakah syair yang dibawakan bernada menggurui, mendikte atau yang lainnya.
  • Tujuan
    Merupakan harapan si penyair terhadap isi puisinya agar bisa sampai pada pembaca maupun audiens.

2. Unsur Fisik

Merupakan unsur yang bisa turut dilihat atau dirasakan oleh pembaca maupun audiens.

  • Tipografi
    Adalah tatacara si penyair dalam menuliskan syairnya (puisi) atau layout pada lembar  yang berisikan karya puisinya. Tipografi disebut juga dengan perwajahan. Hal ini sangat berpengaruh pada makna yang akan diserap oleh para pembaca.
  • Diksi
    Merupakan cara penyair memilih kata yang tepat untuk puisinya agar sesuai dengan kondisi dimana pembaca atau audiens akan hanyut dalam karya tersebut.
  • Imaji
    Adalah cara penulis atau penyair dalam menuliskan atau membacakan puisinya dengan pemilihan kalimat dan penghayatan agar para pembaca maupun audiens seolah merasakan apa yang dirasakan oleh penulis/ penyair tersebut.
  • Gaya Bahasa
    Umumnya gaya bahasa dalam puisi bisa menggunakan gaya bahasa metafora, pleonasme dan ironi.
  • Rima atau irama
    Hal ini yang paling sering di dengar jika membahas puisi, rima maupun irama dalam unsur fisik ini berarti persamaan bunyi dalam penyampaian puisi.

Jenis – Jenis Puisi

Jenis - Jenis Puisi

Jenis – Jenis Puisi

1. Puisi Lama

Merupakan puisi yang ditulis dengan mengikuti pedoman atau aturan-aturan dalam kepenulisannya seperti bait, baris, rima dan irama. Di bawah ini yang termasuk dalam puisi lama:

  • Pantun, adalah jenis puisi yang berpatokan pada rima a-b-a-b dan setiap bait terdiri dari 4 baris yang mengandung 8-12 suku kata. Dua baris pertama merupakan sampiran sedangkan 2 baris terakhir adalah ungkapan yang sesungguhnya (isi).

Contoh:

Buah salak enak rasanya
Serat tanda pohon berduri
Orang galak seram rupanya
Tampang saja bukan dari hati

Sumber: Anonim

  • Mantra, adalah ungkapan yang dipercayai sebagian orang mempunyai kekuatan magis.
  • Talibun, adalah jenis puisi lama yang setiap baitnya memiliki 6-8 baris.

Contoh:

Jalan-jalan ke kota Malang
Jangan lupa membeli batu
Batu kecubung bukan kalimaya
Tuntutlah ilmu dengan riang
Agar menjadi orang berilmu
Yang tidak takut menghadapi bahaya

Sumber: Anonim

  • Seloka, adalah pantun berisi nasehat yang disampaikan dengan nada senda gurau.

Contoh:

Lurus jalan ke Payakumbuh
Kayu jati bertimbal jalan
Dimana hati tak akan rusuh
Ibu mati Bapak berjalan

Kayu bertimbal jalan
Turun angin patahlah dahan
Ibu mati Bapak berjalan
Kemana untung diserahkan

Sumber: Anonim

  • Gurindam, merupakan puisi yang tiap baitnya memiliki dua baris bernada a-a, b-b, dan c-c

Contoh:

Jika ilmu yang diperoleh tidak sempurna
Maka hidup tiadalah berguna

Masa muda adalah masa produktif
Maka gunakanlah dengan efektif

Jangan bertindak sebelum berfikir
Agar tidak kecewa di hari akhir

Sumber: Anonim

2. Puisi Baru

Puisi baru merupakan puisi yang tidak terikat dengan peraturan-peraturan seperti puisi lama. Puisi baru merupakan perkembangan dalam dunia sastra, dalam puisi baru penulis atau penyair lebih bebas mengungkapkan atau menuliskan segala perasaannya.

Puisi baru dibagi menjadi beberapa jenis yaitu:

  • Balada, merupakan puisi yang ditulis untuk menyampaikan kisah atau cerita dari penyair. Balada terdiri dari 3 bait dan 8 baris untuk setiap baitnya. Memiliki rima a-b-a-b-b-c-c-b dan pada bait kedua berubah menjadi a-b-a-b-b-c-b-c lalu larik terakhir dalam bait pertama dijadikan refren pada bait-bait berikutnya. Contohnya Balada karya W.S. Rendra yang berjudul “Balada Orang-orang Tercinta.”
  • Himne, merupakan jenis puisi baru yang berisikan syair tentang keagamaan atau pujian terhadap Tuhan. Salah satu contoh dari Himne adalah “Doa” Karya dari taufiq Ismail.
  • Satire, merupakan jenis puisi yang berisikan kritik terhadap seseorang atau sesuatu, biasanya puisi jenis satire ini ditujukan untuk para pemimpin yang dzolim terhadap rakyatnya.
  • Ode, merupakan jenis puisi yang berisi sanjungan terhadap orang yang disegani, nada yang disampaikan terkesan sopan dan manis. Puisi ini adalah ungkapan kekaguman atau rasa terima kasih dari penyair kepada seseorang.
  • Elegi yang berarti puisi yang mengandung makna kesedihan dari seorang penyair yang ingin menyampaikannya pada pembaca maupun audiens untuk turut serta merasakan apa yang dirasakannya.
  • Romansa, merupakan syair yang berisi tentang kisah cinta dan kasih sayang mesra dan luapan kerinduan seseorang. Ada begitu banyak contoh puisi romansa salah satunya seperti di bawah ini.

Contoh:

Sunyi

Sumber: Yessi Nh.

Malam begitu sunyi
Bintang seolah malu menunjukan rupanya
Coba kau tengok isi hati
Rindu ini tak jua bersua
Jika esok mentari pun enggan menyapa
Bolehkah aku bermain dengan hujan
Tersamar perihku, tersapu tangisku
Kau tak kunjung datang wahai pujaan

Itulah pengertian serta penjelasan puisi secara sederhana agar mudah dimengerti oleh para pembaca sekalian.

0 Comment

Leave a Comment