Pengertian Negosiasi dan Tujuan Adanya Negosiasi

Subtitle goes here

By:

Mei 10, 2020

Shares

0.0 of 0 Users
Pengertian Negosiasi dan Tujuan Adanya Negosiasi
Loading...

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) negosiasi adalah proses tawar-menawar dengan jalan berunding untuk mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak (kelompok atau organisasi) dan pihak (kelompok atau organisasi) yang lain.

Jika anda pernah ke pasar tradisional pasti tidak asing lagi dengan tawar menawar, seperti itulah contoh kecil dari negosiasi. Dengan kata lain negosiasi adalah suatu percakapan atau interaksi sosial antara satu pihak dengan pihak lain yang berisi percakapan tawar-menawar hingga mencapai kesepakatan dengan tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

Adapun ciri-ciri dan kaidah dari teks negosiasi adalah:

Loading...
  1. Kalimat negosiasi mengandung unsur permintaan dari satu pihak maupun dari kedua pihak
  2. Tidak menguntungkan satu pihak saja
  3. Adanya persetujuan dari kedua pihak hingga mencapai kata sepakat
  4. Penggunaan bahasa yang sopan dan enak di dengar
  5. Teks negosiasi mengandung unsur persuasif yang berarti kalimat bujukan. Adanya kalimat persuasif ini tentu saja untuk memperlancar permintaan dari satu pihak demi mendapat persetujuan dari pihak lain hingga mencapai sepakat
  6. Tuturan berpasangan yang berarti kedua belah pihak saling menanggapi hal yang sedang dibahas (adanya feedback dari lawan bicara) jika pihak kedua tidak menginginkan adanya tawar-menawar maka negosiasi tidak akan pernah tercapai dan percakapan selesai.
  7. Adanya alasan atas negosiasi atau tawaran yang dilakukan oleh pihak yang mengajukan negosiasi
  8. Tidak ada perdebatan yang memunculkan konflik berkepanjangan. Tentu saja hal ini mutlak adanya karena negosiasi sendiri merupakan proses tawar-menawar hingga mencapai kesepakatan tanpa merugikan salah satu pihak.

Susunan teks negosiasi antara lain:

  1. Pembukaan atau orientasi yang dimulai dengan sikap sopan dan ramah seperti mengucapkan salam terlebih dahulu
  2. Permintaan, jika negosiasi dilakukan antara pembeli dan penjual maka adanya barang yang diminta atau ditawar oleh pembeli. Berbeda hal ketika negosiasi dilakukan antara pelaku bisnis tentu saja hal-hal yang disepakati berupa perjanjian yang biasanya tertulis dalam dokumen dan lebih formal.
  3. Penawaran antara kedua belah pihak, adanya timbal balik atau feedback dari hal/barang yang sedang ditawarkan
  4. Pemenuhan kesanggupan dari pihak kedua atas permintaan dari pihak pertama yang mengajukan negosiasi
  5. Hasil akhir, keputusan final yang sudah tidak bisa ditawar terkait barang atau hal yang ditawar
  6. Penutup, sebagaimana adanya pembuka yang dibuka dengan ramah maka bagaimanapun hasil akhir dari negosiasi baiknya tetap menggunakan kalimat penutup seperti ucapan terima kasih.

Tujuan Adanya Negosiasi

Tujuan Adanya Negosiasi

Tujuan Adanya Negosiasi

  1. Adanya kesepakatan dan kesamaan pandangan antara satu (organisasi atau kelompok) dengan satu (organisasi atau kelompok) yang lain
  2. Menghindari adanya pertikaian yang menimbulkan perpecahan
  3. Memecahkan masalah bersama hingga ditemukan titik terang dan keputusan bersama
  4. Terjadinya win-win solution yang berarti menguntungkan kedua belah pihak
  5. Dalam dunia bisnis, negosiasi bisa menguntungkan untuk terjalinnya kerja sama jangka panjang.

Meski definisi negosiasi secara umum adalah tawar-menawar yang menghasilkan kesepakatan tanpa satu pihak yang merasa dirugikan, namun dalam praktiknya negosiasi dibedakan menjadi beberapa jenis. Di bawah ini penjelasannya:

1. Negosiasi yang terjadi berdasarkan situasi

  • Negosiasi formal, merupakan negosiasi yang sifatnya resmi dan melibatkan badan hukum di dalamnya seperti negosiasi antara pelaku bisnis kelas atas atau negosiasi antara terdakwa dan korban dalam suatu kasus tertentu untuk mencapai kesepakatan secara hukum.
  • Negosiasi informal, merupakan negosiasi yang sifatnya umum dan tidak melibatkan badan hukum contohnya seperti negosiasi antara penjual dan pembeli di pasar tradisional.

2. Negosiasi berdasarkan negosiator

Negosiator adalah penegosiasi atau orang-orang yang melakukan negosiasi, negosiasi berdasarkan negosiator sendiri terbagi menjadi dua yakni:

  • Adanya pihak penengah, pihak penengah di sini artinya pihak ketiga yang netral yang akan mengeluarkan keputusan bagi pihak satu dan pihak ke dua yang hingga mencapai kesepakatan bersama tanpa memberatkan satu pihak.
  • Tanpa pihak penengah, artinya negosiasi hanya dilakukan oleh pihak ke satu dan pihak ke dua hingga mencapai kesepakatan.

3. Negosiasi berdasarkan hasil kesepakatan

  • Negosiasi kolaborasi, merupakan proses tawar-menawar yang keduanya saling menanggapi dengan baik hingga mencapai kesepakatan bersama yang sifatnya saling menguntungkan.

Contoh: Seorang pembeli menawar barang dagangan si penjual tanpa merugikan penjual tersebut hingga akhirnya penjual menyetujuinya.

  • Negosiasi dominasi, merupakan proses tawar-menawar yang di dominasi oleh satu pihak yang sangat berkepentingan sehingga kesepakatan akhir lebih menguntungkan salah satu pihak namun bukan berarti merugikan pihak lain. Dengan kata lain negosiasi dominasi tidak terjadi keseimbangan pada hasil akhir.

Contoh percakapan negosiasi dominasi:

Adik         : “Ayah membelikan kita 10 cokelat, untuk aku 7 dan untuk kakak 3”
Kakak      : “Harus sama rata dong, adik 5 dan kakak 5”
Adik         : “Tetapi adik ingin lebih banyak”
Kakak      : ”Baiklah.”

Percakapan di atas merupakan contoh sederhana dari negosiasi dominasi, Adik mendapatkan cokelat lebih banyak dari pada kakak, namun kakak tidak merasa dirugikan karena sebetulnya kakak tidak terlalu suka cokelat.

  • Negosiasi Akomodasi, jika dalam negosiasi dominasi pihak yang lebih untung bisa siapa saja. Dalam negosiasi akomodasi pihak yang mengajukan negosiasi biasanya mendapatkan sedikit keuntungan di akhir kesepakatan.

Contoh percakapan negosiasi akomodasi:

Zihan         : ”Besok aku tidak bisa ikut mengerjakan tugas kelompok karena harus mengantarkan bibi ke kampung, lusa akan aku kerjakan bagianku”
Farah         : “Okeh kamu boleh izin tetapi lusa kamu harus mengerjakan bagianku dan Rendy”
Zihan         : “Tetapi kan kamu bisa mengerjakan bagianmu sendiri dan Rendy pun bisa mengerjakan bagiannya sendiri. Mengapa harus aku?”
Farah         : “Itupun jika kamu mau, kalau tidak kamu akan dicoret dari daftar kelompok”
Zihan         : “Baiklah.”

Di atas adalah contoh negosiasi yang hanya menguntungkan satu pihak sedangkan pihak yang mengajukan negosiasi tidak lebih untung dari pihak ke dua.

  • Negosiasi Lose-lose merupakan negosiasi yang dilakukan untuk menghindari perselisihan jangka panjang dan kedua belah pihak sepakat untuk mencari dan mencapai kesepakatan bersama meski kedua belah pihak yang berselisih tersebut sama-sama tidak diuntungkan.

Contoh percakapan Negosiasi lose-lose:

Santi             :“Ternyata tas yang kamu jual tidak original. Ini aku kembalikan tas nya … aku meminta uangku kembali ditambah ganti rugi sebesar Rp. 300.000,-“
Yolla             :“Kamu kan tahu aku membeli tas itu dari luar kota. Kamu sendiri yang memintaku untuk membelikannya dulu memakai uangku dan akan kamu ganti, mengapa sekarang meminta uang yang sudah kamu berikan kepadaku. Lagi pula aku tidak menginginkan tas itu”
Santi            : “Tetapi aku juga tidak menginginkannya”
Yolla            : “Tetapi kan kamu yang awalnya ingin tas itu”
Santi            : “Tetapi sekarang aku tidak mau”
Yolla            : “Aku akan coba menawarkan tas itu pada teman yang lain dengan harga yang sama, jika ada yang membeli maka akan aku kembalikan uangnya padamu, aku tidak akan membuang uangku percuma karena aku pun tidak menginginkan tas itu”
Santi           : “Baiklah aku tunggu sampai sore”

Beberapa jam kemudian

Yolla           : “Ini aku kembalikan uangmu sesuai harga tas yang dibeli”
Santi           : “Iya terima kasih.”

Begitulah contoh sederhana dari negosiasi lose-lose karena Santi dan Yolla sama-sama tidak diuntungkan namun juga tidak dirugikan karena uang yang dikeluarkan sama dengan uang yang kembali.

0 Comment

Leave a Comment