Pengertian Hijrah dan Jihad Secara Lengkap

Subtitle goes here

By:

Februari 10, 2020

Shares

0.0 of 0 Users
Pengertian Hijrah dan Jihad Secara Lengkap
Loading...

Secara harfiah hijrah adalah meninggalkan, jika dijabarkan hijrah merupakan suatu proses menuju perbaikan dan meninggalkan segala kebiasaan-kebiasaan buruk yang sebelumnya dilakukan. Jika diuraikan hijrah terbagi menjadi beberapa macam yakni:

  • Hijrah tempat, artinya hijrah dari tempat yang penuh dengan hal-hal menyimpang atau penuh dengan maksiat ke tempat yang lebih baik dan nyaman untuk beribadah kepada Allah Swt.,
  • Hijrah amal, artinya jika amal kita dirasa kurang dan jauh dari Allah maka segera berbenah diri untuk kembali mendekat kepada Allah.

Dalam proses hijrah seseorang haruslah bertaubat terlebih dahulu, menyesali segala dosa dan kesalahan-kesalahan dengan penuh kerelaan dan hati ikhlas lantas bersungguh-sungguh meninggalkan segala keburukan sebelumnya.

Sedangkan jihad berarti berperang di jalan Allah Swt., dengan mencurahkan segala kemampuan dalam memerangi musuh. Disebutkan musuh disini tidak berarti musuh-musuh yang terlihat nyata seperti orang-orang kafir namun hal paling sederhana yang bisa kita lakukan adalah berjihad memerangi hawa nafsu yang ada dalam diri kita sendiri serta melawan godaan-godaan syaitan yang menyesatkan.

Loading...

Jihad melawan hawa nafsu bisa dicerminkan dengan terus berlajar ilmu agama dan menghindari segala perbuatan tercela lantas mengamalkannya. Sedangkan jihad melawan godaan syaitan menghindari dan meninggalkan segala perbuatan kotor hasutan syaitan, adapun jihad melawan orang-orang kafir tidak melulu soal berperang mengangkat senjata namun bisa dengan lisan, hati dan harta.

Hukum jihad memerangi hawa nafsu dan syaitan adalah kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah sedangkan berjihad memerangi orang-orang kafir adalah fardu kifayah yang berarti jika ada seorang muslim atau muslimah yang melakukan jihad memerangi orang-orang kafir maka tidak berdosa bagi yang tidak melakukan (hal ini berdasarkan beberapa dalil dalam Al-Qur’an dan hadist serta penjelasan para ulama).

Ada beberapa ayat dalam Al-qur’an yang memerintahkan untuk berhijrah dan berjihad, perhatikan ayat-ayat di bawah ini:

وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ ۚ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ ۚ مِلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ ۚ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ وَفِي هَٰذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ ۚ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلَاكُمْ ۖ فَنِعْمَ الْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ النَّصِيرُ

Latin: Wajaa hiduu fiil laahi haqqa jihaa dihi, huwajtabaa kum wamaa ja’ala ‘alaikum fiiddiini min haraji, millata abiikhum ibraahiim, huwa samma kumul muslimiina mingkablu wafii hadzaa liyakuunar rasuulu syahiidan ‘alaikum watakuunuu syuhadaa-a ‘alaan naasi, fa-aqiimusshalaata wa-aatuzzakaata wa’tashimuu billahi huwa maulaakhum, fani’mal maulaa wani’man nashiir.

Artinya: “Dan berjihadlah kamu kepada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tua kamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu dan (begitu pula) dalam (Al-qur’an) ini supaya Rasul menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah, Dia adalah pelindung bagi kamu, maka Dialah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.”  (Qs. Al-Hajj/22:78)

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَٰئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Latin: Innalladziina Aamanuu walladziina haajaruu wajaahaduu fii sabiilillahi uu-laa-ika yarjuuna rahmatallah, wallahu ghafurur rahiim.

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan orang-orang yang berjihad di jalan Allah mereka itu mengharapkan Rahmat Allah dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Baqarah/2: 218)

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ آوَوْا وَنَصَرُوا أُولَٰئِكَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يُهَاجِرُوا مَا لَكُمْ مِنْ وَلَايَتِهِمْ مِنْ شَيْءٍ حَتَّىٰ يُهَاجِرُوا ۚ وَإِنِ اسْتَنْصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ إِلَّا عَلَىٰ قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِيثَاقٌ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Latin: Innalladziina Aamanuu wahaajaruu wajaahaduu bi-amwalihim wa-anfusihim fii sabiilillaahi walladziina Aawau wanasharuu Uulaa-ika ba’dhuhum auliyaa-u ba’dhi, walladziina Aamanuu walam yuhaajiruu maalakhum miwwalaa yatihim minsyai-in hattaa yuhaa jiruu, wa-inistansharuukhum fiddhiini fa’alaikhumunnashru illa a’laa qaumim bainakhum wabainahum mii-shaaq, wallaahu bimaa ta’maluuna bashir.

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan memberi pertolong (kepada muhajirin), mereka itu satu sama lain saling melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikitpun bagi kamu melindungi mereka sampai mereka berhijrah. (Tetapi) apabila mereka meminta pertolong kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah terikat perjanjian antara kamu dan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (Qs. Al-Anfal/8 : 72)

انْفِرُوا خِفَافًا وَثِقَالًا وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Latin: infiruu khifaa faaw washiqaalaawwajaa hiduu bi-amwaalikhum wa-anfusakhum fii sabiilillaahi, dzalikhum khairullakhum ingkhuntum ta’lamuuna.

Artinya: “Berangkatlah kamu baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah, yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (Qs. At-Taubah/9: 41)

Di bawah ini keutamaan-keutamaan hijrah yang tercantum dalam kitab Allah (Al-qur’an):

1. Diberikan rezeki yang lapang

Sebagaimana firman Allah dalam Qs. An-Nisa ayat 100

وَمَنْ يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً ۚ وَمَنْ يَخْرُجْ مِنْ بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Latin: Wamayyuhaa jir fii sabiilillaahi yajid fiil ardhi muraaghamaang kashiiraa wasa’ah. Wamayyakhruj mimbaitihi muhaa jiraan ilaallaahi warasuulihi tsumma yudrikhhul mautu waqa’a ajruhu a’laallaah. Wakaanallaahu ghafuuraar rahiimaa.

Artinya: “Barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Dan barang siapa yang keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kapada Allah dan Rasulullah kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju) maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

2. Mendapat pahala dari Allah sebagaimana Qs. Surat An-Nisa ayat 100 di atas.

Sedangkan keutamaa-keutamaan jihad yang tercantum dalam kitab Allah (Al-qur’an) adalah:

a. Pengampunan atas dosa

Sebagaimana firman Allah dalam Qs. Ash-Shaff ayat 12

يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Latin: Yaghfirulakhum dzunuubakhum wayud khilkhum jannaatin tajrii mintahtihal anhaaru wamasaakina thayyibataan fii jannaati ‘and, dzalikal fauzul’adziim.

Artinya: “Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukanmu ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan ke tempat-tempat tinggal yang baik di dalam syurga Ad’n itulah kemenangan yang Agung.

b. Dimasukan ke dalam syurga

Sebagaimana firman Allah dalam Qs. Ash-Shaff salah satu keutamaan jihad adalah dimasukannya ke dalam syurga.

c. Pertolongan dari Allah

Sebagaimana firman-Nya dalam Qs. Ash-Shaff ayat 13

وَأُخْرَىٰ تُحِبُّونَهَا ۖ نَصْرٌ مِنَ اللَّهِ وَفَتْحٌ قَرِيبٌ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ

Latin: Wa-ukhraa tuhibbuu nahaa, nashrum minallaahi wafathuung qariib, wabasyiril mu’miniina.

Artinya: “Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mukmin.

Itulah sedikit ulasan mengenai pengertian hijrah dan jihad, semoga dengan adanya ulasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda.

0 Comment

Leave a Comment