Ditetapkan Jadi Zona Merah, 9 Kabupaten/Kota di Aceh Layangkan Protes

Subtitle goes here

By:

Juni 06, 2020

Shares

0.0 of 0 Users
Loading...

Pemerintah pusat melalui Pemerintah Provinsi Aceh menetapkan sembilan Kabupatan/Kota di provinsi tersebut masuk dalam zona merah. Hal ini langsung diprotes kepala daerah di Sembilan kabupaten/Kota tersebut.

Mereka beralasan, daerah mereka aman dan tidak ada sama sekali lonjakan kasus positif corona. Sebanyak sembilan daerah yang ditetapkan melalui surat edaran Gubernur Aceh nomor 440/7810 itu menyebutkan sembilan daerah masih berstatus zona merah. Daerah tersebut ialah, Kota Banda Aceh, Lhokseumawe, Kabupaten Pidie, Aceh Barat Daya, Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Utara, Gayo Lues, dan Simeulue.

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, menegaskan bakal mengirim surat protes ke Pemprov Aceh terkait penetapan zona merah ini. “Kami akan siapkan laporan data Covid-19 di Banda Aceh, dan meminta usulan kembali agar Banda Aceh masuk dalam zona hijau,” kata Aminullah, Sabtu (6/6/2020).

Loading...

Ditambahkannya, di Banda Aceh tidak ditemukan transmisi lokal di berbagai daerah di Aceh termasuk di Banda Aceh. “Jangankan zona merah, orange maupun kuning kita kurang sepakat. Oleh karena itu, kami harap pemerintah [pusat] meninjau ulang hal ini,” pungkasnya.

Hal senada juga dikeluhkan oleh Wakil Bupati Aceh Barat Daya Muslizar. Dirinya menilai Aceh Barat Daya bukanlah wilayah perbatasan dan tak ada kasus lonjakan warga yang berstatus ODP, PDP maupun yang positif. “Kami meminta kepada pemerintah Aceh supaya menjelaskan penyebab Aceh Barat Daya masuk zona merah. Coba kita bayangkan, hasil swab saja tidak konsisten setelah uji swab semua negatif,” kata Muslizar.

Dia menilai penjelasan dari pemerintah sangat diperlukan untuk pemahaman ke masyarakat. Sehingga, tidak menimbulkan kepanikan warga karena status tersebut.

Sementara itu Wakil Bupati Pidie, Fadhullah TM Daud mengeluhkan pemerintah pusat maupun provinsi tidak mempunyai alasan tentang penetapan zona merah ataupun hijau, yang bisa diterima. “Kalau zona merah alasannya apa, kok tiba-tiba bisa zona merah. Begitu juga hijau, semuanya harus ada dasar,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemprov Aceh telah mengeluarkan surat edaran bernomor 440/7810 tentang penerapan masyarakat produktif dan aman dari Covid-19 pada kriteria zona merah dan zona hijau di Aceh.

Surat yang ditandatangani oleh Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah itu, juga memuat daftar daerah yang masih berstatus zona hijau dan zona merah. Penerapan status zona itu juga mengacu pada keputusan Mendagri nomor 440-930 tahun 2020 tentang pedoman tatanan normal baru masyarakat produktif dan aman Covid-19.

0 Comment

Leave a Comment