Dana Haji Bakal Digunakan untuk Perkuat Rupiah, Wamenag: Fitnah yang Sangat Keji

Subtitle goes here

By:

Juni 05, 2020

Shares

0.0 of 0 Users
Loading...

Beberapa hari ini, terjadi polemik di masyarakat yang menyebutkan dana dari calon haji bakal digunakan untuk memperkuat rupiah. Hal ini langsung dibantah oleh Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Saadi

“Tuduhan uang haji akan digunakan oleh Pemerintah untuk memperkuat rupiah adalah fitnah yang sangat keji, dan pendapat tersebut sama sekali tidak berdasar,” kata Zainut dalam keterangan resminya, Jumat (5/6/2020).

Zainut membantah bila penyelenggaraan ibadah haji 1441 Hijriah atau tahun 2020 ini batal karena ada motif lain.

Loading...

Ia menjelaskan Kemenag sudah menawarkan dua pilihan bagi para calon jemaah haji yang batal berangkat, terkait setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih).

Alternatif pertama, setoran pelunasan Bipih yang dibayarkan akan disimpan dan dikelola secara terpisah oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

“Nantinya, nilai manfaat dari setoran pelunasan itu akan diberikan oleh BPKH kepada jemaah haji yang bersangkutan paling lambat 30 hari sebelum pemberangkatan kloter pertama penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 H/2021 M,” kata Zainut.

Sementara alternatif kedua, Kemenag menyatakan setoran pelunasan Bipih dapat diminta kembali oleh jemaah haji.

Zainut menjelaskan skema pengaturan Bipih itu juga sudah disampaikan oleh Menteri Agama pada saat Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI pada tanggal 11 Mei 2020 secara virtual.

“Dan Komisi VIII DPR RI dapat menerima usulan Kemenag tersebut, sehingga menjadi kesimpulan dalam rapat,” kata dia.

Selain itu, Zainut turut menjelaskan bahwa Kemenag sudah menerbitkan Surat Keputusan Menteri Agama RI Nomor 494 Tahun 2020 Tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1441 H/2020 M.

Menurutnya, keputusan menteri itu juga mengatur mengenai hak jemaah haji yang telah melunasi Bipih tahun 2020, akan menjadi jemaah haji tahun 1442 H/2021 M mendatang.

Zainut sendiri menegaskan Kemenag sangat menghormati kritik sepanjang dilandasi niat baik, obyektif, dan argumentatif. Bukan kritik yang subyektif dan hanya untuk mencari sensasi.

0 Comment

Leave a Comment