Astaga! Anak Kandung Laporkan Ibunya ke Polisi Karena Tak Terima Dinasehati

Subtitle goes here

By:

Juni 11, 2020

Shares

0.0 of 0 Users
Loading...

Surga itu berada di telapak kaki ibu. Tapi ungkapan ini tak berlaku buat seorang anak berinisial DS (17) warga Kota Kupang. Pasalnya, DS melaporkan ibu kandungnya SA ke polisi karena dugaan kasus penganiayaan.

Laporan pelajar SMA ini tertuang dalam nomor LP /B/86/IV/Sektor Kelapa Lima.

Menurut kuasa hukum SA, Herry Battileo, peristiwa ini berawal saat SA bersama teman-temannya merayakan ulang tahunnya di rumah, 21 April 2020 lalu.

Loading...

Tiba-tiba DS dan ayahnya datang dan memarahi ibunya. DS tanpa ragu menuduh dan memarahi ibunya, telah bersenang-senang dengan wanita tuna susila.

Ibunya pun menjelaskan kepada DS, bahwa teman-temannya itu bukanlah wanita tuna susila, namun penjelasan itu tak diterima oleh DS, dan malah memaki ibunya sambil menunjuk jari.

Ibunya reflek langsung meremas jari DS, namun DS makin emosi, dan mengucapkan kata-kata kotor kepada ibunya. Sontak saja sang ibu menampar pipi DS.

“Dia (SA) menampar pipi anaknya karena dimaki dan katai perempuan tidak baik. Itu bentuk nasehat orangtua,” ungkapnya kepada wartawan, Senin (8/6/2020).

Menurut dia, saat pertengkaran ibu dan anak itu, ayah DS sempat merekamnya melalui ponselnya. Video itu lalu menjadi bukti laporan DS ke polisi.

Laporan DS pun ditangani polisi. Lewat perantaraan penyidik, ibu dan anak ini diminta untuk berdamai. Namun, permintaan maaf SA ditolak anaknya.

“Sebagai ibu kandung, SA sudah meminta maaf waktu dimediasi polisi. Tetapi ditolak. DS mau ibunya dipenjara,” katanya.

Sebagai lembaga hukum yang menangani perkara itu, ia berharap kasus itu tidak jadi persoalan hukum. Namun, jika tetap diproses, ia akan berupaya membebaskan SA.

“Sikap SA itu sebagai bentuk didikan karakter orangtua ke anaknya. Orangtua pada prinsipnya mendidik anaknya. Apapun kita upayakan,” katanya.

Terpisah, Kapolsek Kelapa Lima, Kupang, AKP Andry Setiawan mengaku kasus iitu sudah dimediasi polisi, namun korban tak mau memaafkan ibunya.

“Sekarang naik tahap penyidikan, karena korban tak mau damai,” pungkasnya.

 

0 Comment

Leave a Comment