26 C
Medan

Apakah Investasi Reksadana Halal, Ini Penjelasannya

Investasi bukan lagi hal yang asing ditelinga masyarakat. Sebab investasi bisa dikatakan sudah menjadi “kegemaran baru” bagi masyarakat Indonesia, khususnya anak muda. Investasi sendiri merupakan suatu kegiatan yang banyak dilakukan oleh masyarakat khususnya kawla muda.

Mulai dari berinvestasi dibidang properti, kuliner, gaya hidup bahkan hal-hal yang lain. Kegiatan investasi tentunya berorientasi pada tujuan mencari keuntungan demi penghidupan. Dalam mencari rezeki dan mendapat keuntungan haruslah menggunakan cara yang halal, ataupun investasi yang halal.

Ada pertanyaan besar yang acap kali terlontas, mengenai “Apakah investasi halal?” Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kali ini ami akan membahas tentang halal – haram investasi. Sebelum membahas prihal halal-haram investasi, ada baiknya harus mengetahui perbedaan halal dan haram terlebih dahulu.

Rasulullah SAW bersada: “Halah dan haram itu jelas, maka diantara kedua itu subhat. Sehingga ia telah bebas untuk agama dan kehormatan nya. Lalu barang siapa yang terjerumus kedalamnya, Ingatlah, sesungguhnya bagi setiap pemimpin daerah larangan”. (HR. Zakaria bin Abi Zaidah sari Al-Sya’bi)

Ada pula hadist riwayat Muttafaqun Alaih dijelaskan bahwa “Larangan Allah merupakan hal hal yang diharamkan Allah SWT, dan ingatlah, sesungguhnya di dalam jasad terdiri dari segumpal daging, apabilah baik maka baiklah seluruhnya, dan sebaliknya apabila jelek lalu jeleklah seluruh tubuhnya, serta ingatlah itu adalah hati”.

Lantas apakah investasi termasuk cara mencari rejeki yang halal atau haram? Sebab kita berada di Indonesia, terkait hala-haram suatu benda ataupun hal, ada baiknya menilik dari fatwa MUI.

MUI merupakan suatu kelembagaan yang berbasis agama islam dengan tugas membantu umat muslim menyangkut kemaslahatan, kehalalan makanan dan menggeluarkan fatwa yang menjadi penentu kebenaran terhadap aliran dalam islam tersebut.

MUI juga sudah mengeluarkan fatwa tentang Reksadana dengan Nomor. 20/DSN/-MUI/IV/2001 yang menjelaskan tentang umat muslim diperbolehkan dalam melakukan investasi di reksadana tekhususnya yang bersifat syariah.

Sebab, dalam investasi reksadana hanya memanfaatkan return yang telah dihasilkan. Saham, sebagai salah satu jenis investasi yang telah dinilai yang sesuai dengan syariah, dapat ditemukan pada Daftar Efek Syariah (DES), Jakarta Islamic Index (JII) dan Indonesia Sharia Index (ISSI).

Investasi Halal Reksadana Syariah

Selain saham, juga ada reksadan, yang bahkan memberikan program investasi untuk umroh. Adapun rincian mengengai halal-haram investasi reksadana berdasarkan Fatwa MUI Nomor. 20/DSN-MUI/IV/2001 meliputi:

Jenis Akad yang Digunakan

Akad sendiri terdiri dari beberapa jenis, beikut kami jabarkan informasinya untuk Anda:

  1. Akad Wakalah
    Maksud dari akad walakah adalah pelimpahan kekuasaan atau pemberian mandat. Sehingga investor akan mempercayakan dana yang akan dikelola oleh manajer investasi dan dalam melakukan kegiatan investasi telah disepajati sesuai dengan yang tercantum di prospektus reksadaan.
  2. Akad Mudharabah
    Akad mudharabah merupakan tindakan memberikan harta investor untuk dikelola berdasarkan ketentuan keuntungan yang akan diperoleh setelah dibagi sesuai dengan ketentuan syarat yang sebelumnya telah disepakatinoleh kedua belah pihak. Dengan catatan, kerugian akan ditanggung oleh pemilik modal tesebut.

Pembersihan Keuntungan

Investasi juga halal, sebab memungkinkan memiliki pembersihan. Misalnya pembersihan keuntungan dalam investasi reksadana syariah telah ada proses “pembersihan”. Artinya hasil investasi yang akan diberikan harus melalui proses pemisahan antara pendapat yang bersifat halal ataupun yang bersifat haram.

Tentunya investasi reksadana dilakukan demi mencapai tujuan dan membuahkan hasil yang manis. Dalam reksadana syariah berdasarkan saham, hasil yang diterima dapat berupa, Deviden, Rights dan Capitan gains. Sedangkan berdasarkan obligasi dan pasar uang berupa Mudharabah (bagi hasil) hal ini sesuai dengan ketentuan prinsip syariah.

Dengan keunggulan yang didapatkan investor dalam reksadana syariah sendiri adalah sebagai berikut:

  • Transparansi informasi
  • Mendapat Pengawasan oleh Dewan Pengawas Syariah
  • Pengelolaan yang professional
  • Diversifikasi investasi
  • Memiliki potensi pertumbuhan nilai investasi

Dari pemaparan diatas, dapat disimpulkan jawaban atas pertanyaan “halal-haram investasi” ialah: “Investasi reksadana boleh dilakukan karena termasuk kegiatan jual beli yang sesuai dengan syariat dan anjuran Islam. Apalagi sudah ada investasi reksadana syariah dengan sistem transaski yang sesuai dengan syariat islam”.

Demikian penjelasan mengenai halal – haram investasi, yang disimpulkan reksadana syariah Insyaallah halal.. Namun, pada hakikatnya haruslah kembali berdasarkan kepercayaan masing-masing. Semoga ulasan kami membantu.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

22,019FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles